Dasar Aku
Bagaimana mungkin aku berkata pada yang orang lain bahwa semua harta, jabatan, keluarga dan teman-teman yang ada disekitar adalah milik ku?. Bagaimana mungkin bisa tercipta perasaan aku memilikinya?. Seangkuh itukah diriku, sampai saya lupa bahwa diri ini bukan milik ku. Kita semua, diri ini dan alam semesta adalah milik Sang pencipta. Semua peristiwa yang terjadi atas kehendak dan se-izinnya dan akan kembali kepada-Nya. Pertanyaannya apakah kita ikhlas kalau semua dan segala sesuatu yang melekat pada diri ini sewaktu-waktu akan dikembalikan? Dasar aku yang belum bisa meluapkan rasa terimakasih kepada Sang pencipta diri ini. Lebih banyak berfoya-foya menghabiskan harta dan menyia-nyiakan waktu yang telah diamanatkan kepada ku. Lupa bahwa ada tujuan yang lebih penting untuk meraih kehidupan yang abadi. Aku lupa bahwa ada iman yang harus saya jaga sampai akhir hayat ini. Maka Sudah sampaikah iman pada diri ini? Entahlah bersyukur lalu ku bersujud. Paradoks memang, tapi tiap ...