Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sebuah Kepantasan

Gambar
Ada hukum kepantasan untuk segala sesuatu, maka ia memperbaiki diri akan menjadi lebih baik dan pantas menjadi bagi kehidupan yang baik. Jika kita minta yang besar, maka pantaskanlah diri kita untuk menerima yang besar, dan jika mengeluhkan kecilnya penghormatan orang lain kepada kita, mungkin itu adalah pemberitahuan untuk memeriksa yang sedang kita lakukan, agar kita tidak menunjukkan sikap dan prilaku yang memantaskan kita bagi penghormatan kecil dari orang lain. Tiada pilihan lain jika inginkan mutiara maka kau pasti menyelam lebih dalam. Jika menginginkan juara maka engkau harus berlatih lebih lama. Jika menginginkan pelangi mesti terlebih dahulu dihujani. Sunnatullah itu masih berjalan. Cita – citamu hanya menjadi angan – angan jika tanpa usaha pemantasan. Maka mulailah, sebab menikmati mentari tak hanya ada di pagi hari. Jika kau terlewat waktu terbitnya, masih ada waktu terbenamnya. Bukankah keduanya indah untuk dinikmati? Selalu ada kesempatan selama ruh masi...

Ketidaksukaan

Gambar
Mengelola ketidaksukaan ketika mengerjakan kebaikan untuk berusaha ikhlas, walaupun rasanya pahit untuk berubah menjadi lebih baik. Ibarat obat jika dikomsumsi rasanya pahit tapi menyembuhkan. Kesembuhan akan didapatkan ketika dikerjakan secara kontunu, begitu pula ibadah. Hanya saja, belum tentu itu sampai ke hati, belum tentu dimengerti, apalagi dipahami. Sebab ia perlu latihan, perlu pengorbanan, perlu cinta dan kedewasaan, perlu kasih sayang dan perlu kemudahan dari Allah. Ketidaksukaan terhadap apapun yang pun yang terjadi pada diri kita ini adalah yang terbaik untuk kita. Seseorang yang telah bekerja keras membanting tulang mencari rejeki tetapi tetap tak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Seorang anak muda berharap pada seorang wanita idamananya selama bertahun-tahun akhirnya menikah dengan orang lain. Jika muncul ketidaksukaan terhadap apa yang terjadi, bagaimana kita menyikapinya, akankah kita tetap berprasangka baik?. Allah menciptakan manusia dengan sifat keluh ke...

Yang Tersisa

Gambar
Yang tersisa Adalah peristiwa dan segala pengalaman hidup akan terus teringat. Orang-orang berjasa dan orang yang serta merta menolong tanpa pamrih. Mereka menolak riya dan popularitas hanya untuk menjadi dalang dari setiap kebaikan di belakang layar. Itulah ingatan yang tersisa. Yang tersisa  adalah kata-kata yang kita ucapkan, baik di waktu yang sempit maupun di waktu yang lapang. Baik dalam tekanan ataupun saat lega. Itu yang akan diingat. Lihatlah kadar kemurnian emas saat dia dibakar, tengok kuatnya kapal saat derasnya ombak. Respons kita di masa-masa yang sulit, itulah nilai diri kita.  Hari ini kita masih berjuang melawan godaan dari setiap apa yang tersisa, teguh dan yakin pada jalan kebenaran. Yang tersisa dalam diri ini yang paling berharga yaitu iman dan kesabaran. Entah apa lagi yang tersisa ketika iman dan kesabaran itu hilang. Hanya sekumpulan daging yang tinggal menunggu kematian saja. Maka rawat dan peliharalah apa yang tersisa. Bukankah kita ...

Dasar Aku

Gambar
Bagaimana mungkin aku berkata pada yang orang lain bahwa semua harta, jabatan, keluarga dan teman-teman yang ada disekitar adalah milik ku?. Bagaimana mungkin bisa tercipta perasaan aku memilikinya?. Seangkuh itukah diriku, sampai saya lupa bahwa diri ini bukan milik ku. Kita semua, diri ini dan alam semesta adalah milik Sang pencipta. Semua peristiwa yang terjadi atas kehendak dan se-izinnya dan akan kembali kepada-Nya. Pertanyaannya apakah kita ikhlas kalau semua dan segala sesuatu yang melekat pada diri ini sewaktu-waktu akan dikembalikan? Dasar aku yang belum bisa meluapkan rasa terimakasih kepada Sang pencipta diri ini. Lebih banyak berfoya-foya menghabiskan harta dan menyia-nyiakan waktu yang telah diamanatkan kepada ku. Lupa bahwa ada tujuan yang lebih penting untuk meraih kehidupan yang abadi. Aku lupa bahwa ada iman yang harus saya jaga sampai akhir hayat ini. Maka Sudah sampaikah iman pada diri ini? Entahlah bersyukur lalu ku bersujud. Paradoks memang, tapi tiap ...

Eksistensi Kesendirian

Gambar
Kesendirian, Kesepian Dan Ingin Menyendiri Setiap manusia di dunia ini pasti ingin hidup nya selalu bahagia, dan untuk bahagia kita pasti memerlukan peran orang lain. Kita tidak bisa dikatakan bahagia secara sempurna jika tidak hadirnya seseorang didalam kehidupan kita, karena salah satu fitrah manusia adalah makhluk sosial yang tak mampu hidup tanpa orang lain.Salah satu peran orang lain di kehidupan ini adalah orang yang selalu kita cintai dan sayangi. Adanya Keluarga, Orang tua, Sahabat bahkan pasangan membuat hari akan jadi lebih berwarna dan bermakna. Adanya seseorang yang selalu ada baik suka maupun duka akan menambah kesan kesenangan yang tak bisa digambar dengan sebuah kata kata.Namun namanya juga hidup, pasti ada saja hal yang tidak kita harapkan terjadi. Tidak semua rencana yang kita rencana akan berjalan sesuai yang kita inginkan. Kita harus memahami bahwa ketika ada kebahagian pasti ada kesedihan yang mendalam. Kadang kita pasti akan menemukan sebuah kondisi dim...

Investasi Ilmu

Ilmu pengetahuan hanya bergerak dengan lambat, merangkak dari satu titik ke titik lainnya. – Alfred Tannyson. Tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu. Saat anda memiliki ilmu, anda harus mengajarkannya kepada orang lain. Saat anda memiliki ilmu, gunakanlah ia untuk menciptakan sesuatu. Ilmu adalah senter yang menerangi jalan kehidupan yang gelap. Jadilah orang berilmu, agar anda, keluarga anda, dan lingkungan anda menjadi lebih baik. Tidak ada kata berhenti untuk menuntut ilmu, karena setiap saat sampai kita meninggal kita selalu membutuhkan ilmu. Jika anda berhenti menuntut ilmu, maka anda akan tertinggal dengan orang lain.Menuntut ilmu harus setiap saat. Tapi kita tidak harus sekolah terus menerus. Saat bekerjapun kita bisa memetik sebuah pengetahuan. Motivasi untuk menuntut ilmu harus selalu dikembangkan, karena tanpa motivasi kuat, menuntut ilmu sangat berat. Tapi dengan motivasi yang tepat, menuntut ilmu akan terasa ringan, bahkan sangat ringan. Jika anda selalu gagal melak...

Ingatan adalah Perpustakaan

Lahir, hidup dan mati, itulah siklus alamiah yang pasti dilalui oleh setiap manusia. Dunia ini adalah ruang kelas, yang masa belajarnya dimulai sejak kelahiran dan akan berakhir ketika kematian datang. Berapa lama kita telah hidup di dunia, itu semua adalah pelajaran.  Apa yang kita rasa dan pikirkan sejak lahir hingga kini sejauh ingatan, itu semua adalah referensi yang siap kita unduh kapan saja untuk bekal menulis novel. Dari lahir hingga kini, dari masa kanak-kanak, remaja hingga dewasa, kita bertemu dengan orang-orang, kita mendengar (membaca) hal-hal, kita berbicara (menulis) hal-hal, kita melihat keadaan-keadaan, kita dipertemukan dengan situasi kondisi beragam, itu semua merupakan bahan riset yang siap kita unduh kapan saja untuk kita tuang dan kembangkan dalam novel. Semua yang melingkupi kita adalah simbol yang berbicara bagi yang mendengarkan, dan itu semua bisa menjadi bahan untuk novel.  Siapapun, apapun, bagaimanapun, kapanpun dan dimanapun adalah guru keh...