Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Sebuah Kepantasan

Gambar
Ada hukum kepantasan untuk segala sesuatu, maka ia memperbaiki diri akan menjadi lebih baik dan pantas menjadi bagi kehidupan yang baik. Jika kita minta yang besar, maka pantaskanlah diri kita untuk menerima yang besar, dan jika mengeluhkan kecilnya penghormatan orang lain kepada kita, mungkin itu adalah pemberitahuan untuk memeriksa yang sedang kita lakukan, agar kita tidak menunjukkan sikap dan prilaku yang memantaskan kita bagi penghormatan kecil dari orang lain. Tiada pilihan lain jika inginkan mutiara maka kau pasti menyelam lebih dalam. Jika menginginkan juara maka engkau harus berlatih lebih lama. Jika menginginkan pelangi mesti terlebih dahulu dihujani. Sunnatullah itu masih berjalan. Cita – citamu hanya menjadi angan – angan jika tanpa usaha pemantasan. Maka mulailah, sebab menikmati mentari tak hanya ada di pagi hari. Jika kau terlewat waktu terbitnya, masih ada waktu terbenamnya. Bukankah keduanya indah untuk dinikmati? Selalu ada kesempatan selama ruh masi...

Ketidaksukaan

Gambar
Mengelola ketidaksukaan ketika mengerjakan kebaikan untuk berusaha ikhlas, walaupun rasanya pahit untuk berubah menjadi lebih baik. Ibarat obat jika dikomsumsi rasanya pahit tapi menyembuhkan. Kesembuhan akan didapatkan ketika dikerjakan secara kontunu, begitu pula ibadah. Hanya saja, belum tentu itu sampai ke hati, belum tentu dimengerti, apalagi dipahami. Sebab ia perlu latihan, perlu pengorbanan, perlu cinta dan kedewasaan, perlu kasih sayang dan perlu kemudahan dari Allah. Ketidaksukaan terhadap apapun yang pun yang terjadi pada diri kita ini adalah yang terbaik untuk kita. Seseorang yang telah bekerja keras membanting tulang mencari rejeki tetapi tetap tak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Seorang anak muda berharap pada seorang wanita idamananya selama bertahun-tahun akhirnya menikah dengan orang lain. Jika muncul ketidaksukaan terhadap apa yang terjadi, bagaimana kita menyikapinya, akankah kita tetap berprasangka baik?. Allah menciptakan manusia dengan sifat keluh ke...

Yang Tersisa

Gambar
Yang tersisa Adalah peristiwa dan segala pengalaman hidup akan terus teringat. Orang-orang berjasa dan orang yang serta merta menolong tanpa pamrih. Mereka menolak riya dan popularitas hanya untuk menjadi dalang dari setiap kebaikan di belakang layar. Itulah ingatan yang tersisa. Yang tersisa  adalah kata-kata yang kita ucapkan, baik di waktu yang sempit maupun di waktu yang lapang. Baik dalam tekanan ataupun saat lega. Itu yang akan diingat. Lihatlah kadar kemurnian emas saat dia dibakar, tengok kuatnya kapal saat derasnya ombak. Respons kita di masa-masa yang sulit, itulah nilai diri kita.  Hari ini kita masih berjuang melawan godaan dari setiap apa yang tersisa, teguh dan yakin pada jalan kebenaran. Yang tersisa dalam diri ini yang paling berharga yaitu iman dan kesabaran. Entah apa lagi yang tersisa ketika iman dan kesabaran itu hilang. Hanya sekumpulan daging yang tinggal menunggu kematian saja. Maka rawat dan peliharalah apa yang tersisa. Bukankah kita ...